|
Bagian
Kedua Belas
Wilayah Jangkauan Siaran
Pasal
47
1. Wilayah Jangakauan
Siaran meliputi :
a. wilayah siaran
nasional;
b. wilayah siaran
regional;
c. wilayah siaran
lokal;
d. wilayah siaran
internasional.
2. Wilayah jangakuan
siaran Lembaga Penyiaran Pemerintah ditentukan sebai berikut :
a. Stasiun penyiaran
radio wilayah jangkauan siarannya adalah wilayah siaran nasional,
wilayah siaran regional, wilayah siaran lokal, dan wilayah siaran
internasional.
b. Stasiun penyiaran
televisi wilayah jangkauan siarannya adalah wilayah siaran nasional,
wilayah siaran regional, wilayah siaran lokal dan wilayah siaran
internasional.
3. Wilayah jangkauan
siaran Lembaga Penyiaran Swasta ditentukan sebagai berikut :
a. Stasiun penyiaran
radio wilayah jangkauan siarannya adalah wilayah siaran lokal;
b. Stasiun penyiaran
televisi wilayah jangkauan siarannya adalah siaran nasional.
4. Wilayah jangkauan
siaran Lembaga Penyelenggara Siaran Khusus ditentukan sebagai berikut
:
a. untuk penyelenggaraan
siaran radio atau televisi berlangganan melalui satelit, jangakauan
siarannya meliputi seluruh wilayah Indonesia;
b. untuk penyelenggaraan
siaran radio atau televisi berlangganan melalui pemancar terestrial,
jangkauan siarannya meliputi wilayah di sekitar tempat penyelenggaran
siarannya;
c. untuk penyelenggaraan
siaran radio atau televisi berlangganan melalui kabel, jangakauan
siarannya meliputi daerah sekitar tempat penyelenggaraan siarannya;
d. ketentuan
lebih lanjut mengenai wilayah jangkauan Lembaga Penyelenggara Siaran
Khusus diatur dengan Peraturan Pemerintah.
5. Lembaga penyiaran
dan Lembaga Penyelenggara Siaran Khusus dilarang memperluas wilayah
jangkauan siarannya melebihi ketentuan sebagaimana tercantum dalam
izin penyelenggaraan penyiaran yang dimilikinya.
6. Ketentuan
lebih lanjut mengenai wilayah jangkauan siaran diatur dengan Peraturan
Pemerintah.

Back to Undang-undang Penyiaran Main Page
 UNDANG-UNDANG PENYIARAN 
|