Pasal
158
(1)
Setiap tenaga kerja yang bekerja di dalam hubungan kerja sektor
informal dan di luar hubungan kerja berhak untuk memperoleh jaminan
sosial tenaga kerja.
(2)
Jaminan sosial tenaga kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pasal
159
(1)
Setiap tenaga kerja yang bekerja di dalam hubungan kerja sektor
informal dan di luar hubungan kerja berhak untuk memperoleh keselamatan
kerja dalam melakukan pekerjaan.
(2)
Keselamatan kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dilaksanakan
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pasal
160
(1)
Pembinaan dan pengembangan terhadap tenaga kerja yang bekerja di
dalam hubungan kerja sektor informal dan di luar hubungan kerja
dilakukan oleh Menteri.
(2)
Dalam melakukan pembinaan dan pengembangan sebagaimana dimaksud
pada ayat (1), Menteri dapat mengikutsertakan dunia usaha dan masyarakat.
(3)
Pembinaan dan pengembangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dilaksanakan
dengan :
a.
memasyarakatkan dan membudayakan tenaga kerja bekerja mandiri;
b.
meningkatkan keterampilan teknis dan manajerial tenaga kerja mandiri;
c.
peningkatan keterampilan dan keahlian kerja melalui lembaga pendidikan
dan pelatihan, serta konsultasi bagi tenaga kerja bekerja mandiri;
d.
menyediakan tenaga penyuluh.
(4)
Pembinaan dan pengembangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diarahkan
untuk perlindungan dan peningkatan kesejahteraan tenaga kerja yang
bekerja di dalam hubungan kerja sektor informal dan di luar hubungan
kerja.
(5)
Ketentuan mengenai tata cara pembinaan dan pengembangan serta perlindungan
dan peningkatan kesejahteraan tenaga kerja yang bekerja di dalam
hubungan kerja sektor informal dan di luar hubungan kerja diatur
oleh Menteri.

Back to Undang-undang Ketenagakerjaan Main Page


UNDANG-UNDANG KETENAGAKERJAAN

|