Pasal
38
(1)
Lembaga kerjasama tripartit memberikan pertimbangan, saran, dan
pendapat kepada pemerintah dan pihak-pihat terkait dalam penyusunan
kebijakan dan pelaksanaan Hubungan Industrial Pancasila serta pemecahan
masalah ketenagakerjaan.
(2)
Lembaga kerjasama tripartit sebagaimana dimaksud pada ayat (1),
terdiri dari :
a.
lembaga kerjasama tripartit tingkat nasional; dan
b.
lembaga kerjasama tripartit daerah.
(3)
Susunan keanggotaan lembaga kerjasama tripartit terdiri dari unsur
Pemerintah, pengusaha, dan pekerja.
(4)
Ketentuan mengenai pembentukan, tugas, pokok, fungsi, dan tata kerja
lembaga kerjasama tripartit sebagaimana dimaksud pada ayat (1),
ayat (2), dan ayat (3) diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.

Back to Undang-undang Ketenagakerjaan Main Page


UNDANG-UNDANG KETENAGAKERJAAN

|