|
Bentuk: SURAT KEPUTUSAN (SK)
Oleh:
MENTERI PERINDUSTRIAN (MENPERIN)
Nomor:
37/M/SK/3/1992
Tanggal:
12 MARET 1992 (JAKARTA)
Tentang:
PENGESAHAN STANDAR SYARAT MUTU, CARA UJI BAHAN BAKU DAN HASIL
INDUSTRI, STANDAR REKAYASA SERTA PENETAPANNYA SEBAGAI STANDAR
NASIONAL INDONESIA
MENTERI
PERINDUSTRIAN
Menimbang :
a. bahwa mengingat telah disusun Standar-standar Syarat Mutu,
Cara Uji Bahan Baku dan Hasil Industri, Standar Rekayasa yang
merupakan hasil konsensus dalam Rapat Konsensus Standar Indonesia
Tahun 1990/1991 dan Tahun 1991/1992 yang diadakan secara nasional
dari bulan Oktober 1990 sampai dengan bulan Pebruari 1992,
maka sesuai dengan ketentuan yang berlaku standar-standar
tersebut perlu disahkan dan ditetapkan sebagai Standar Nasional
Indonesia;
b.
bahwa untuk itu perlu dikeluarkan Surat Keputusan.
Mengingat :
1. Undang-undang Nomor 5 Tahun 1984 tentang Perindustrian
(Lembaran Negara Tahun 1984 Nomor 22, Tambahan Lembaran Negara
Nomor 3274);
2. Peraturan Pemerintah RI Nomor 15 Tahun 1991 tentang Standar
Nasional Indonesia (Lembaran Negara Tahun 1991 Nomor 19, Tambahan
Lembaran Negara Nomor 3434);
3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1974
tentang Pokok-pokok Organisasi Departemen;
4. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 1984
jo. Keputusan Presiden RI Nomor 47 Tahun 1988 tentang Susunan
Organisasi Departemen;
5. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 64/M Tahun
1988 tentang Pembentukan Kabinet Pembangunan V;
6. Keputusan Presiden RI Nomor 12 Tahun 1991 tentang Penyusunan,
Penerapan dan Pengawasan Standar Nasional Indonesia;
7. Surat Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 210/M/SK/10/1979
tentang Penetapan Kembali Standardisasi serta Pengawasan Mutu
Barang dan Hasil Industri yang Berada Dibawah Wewenang Pembinaan
Departemen Perindustrian;
8. Surat Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 130/M/SK/3/1980
tentang Penetapan Memberlakukan Petunjuk Pelaksanaan Standardisasi
Industri Melalui Penggunaan Tanda SII;
9. Surat Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 228/M/SK/VI/1984,
jo Surat Keputusan Nomor 13/M/SK/2/1991 tentang Organisasi
dan Tata Kerja Departemen Perindustrian.
10.
Surat Keputusan Sekretaris Dewan/Ketua Pelaksana Harian Dewan
Standardisasi Nasional Nomor : 850/IV.2.06/HK.01.04/2/92 tentang
Persetujuan Pengangkatan 251 Standar Instansi Teknis menjadi
Standar Nasional Indonesia (SNI) Sementara.
MEMUTUSKAN
Menetapkan
:
PERTAMA
:
Mengesahkan menjadi Standar Nasional Indonesia 91 (sembilan
puluh satu) Standar Syarat Mutu, Cara Uji Bahan Baku dan Hasil
Industri, Standar Rekayasa yang telah disusun oleh Departemen
Perindustrian berdasarkan konsensus dari pihak-pihak yang
berkepentingan secara nasional, sebagaimana tercantum pada
Lampiran Surat Keputusan ini.
KEDUA
:
Dengan disahkan dan ditetapkannya Standar Nasional Indonesia
seperti yang tercantum dalam Lampiran Surat Keputusan ini,
maka Standar Nasional yang bertentangan dengan penetapan ini
dinyatakan tidak berlaku lagi setelah jangka waktu 6 (enam)
bulan sejak tanggal ditetapkannya Surat Keputusan ini.
KETIGA
:
Menugaskan kepada kepala Badan Penelitian dan Pengembangan
Industri untuk :
a.
Menerbitkan dan menyebar-luaskan Standar Nasional Indonesia
tersebut di atas;
b.
Menyusun ketentuan pelaksanaan penerapan Standar Nasional
Indonesia tersebut di atas.
KEEMPAT
:
Surat Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkannya.
Ditetapkan
di : JAKARTA
Pada tanggal : 12 Maret 1992
MENTERI
PERINDUSTRIAN
HARTARTO
TEMBUSAN
Surat Keputusan ini disampaikan kepada:
1. Menko EKUIN dan Pengawasan Pembangunan
2. Menteri/Sekretaris Negara
3. Para Menteri Kabinet Pembangunan V
4. Menteri Muda Perindustrian
5. Sekretaris Jenderal, Inspektur Jenderal, Para Direktur
Jenderal, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri
dalam lingkungan Departemen Perindustrian
6. Dewan Standardisasi Nasional
7. Kepala Biro Hukum dan Organisasi Departemen Perindustrian
8. Kepala Pusat Pengolahan dan Analisis Data Departemen Perindustrian
9. Kepala Pusat Standardisasi Industri
10. Arsip.
LAMPIRAN
SURAT KEPUTUSAN MENTERI PERINDUSTRIAN
NOMOR : 37/M/SK/3/1992
TANGGAL : 12 Maret 1992
NO.
NOMOR SII NOMOR SNI JUDUL 1 2 3 4
1. 0207 - 92 04-2697-1992 Bahan XLPE untuk Isolasi Kabel Listrik
Tegangan Pengenal 1 kV sampai dengan 30 kV (Revisi SII. 0207-83)
2. 0208 - 92 04-2698-1992 Kawat Berisolasi PVC Tegangan Pengenal
450/750 Volt (NYA) (Revisi SII. 0208-78)
3. 0209 - 92 04-2699-1992 Kabel Berisolasi dan Berselubung
PVC Tegangan Pengenal 300/500 Volt (NYM) (Revisi SII. 0209-79)
4. 0210 - 92 04-2701-1992 Kabel Tanah Berisolasi dan Berselubung
PVC Tegangan
Pengenal 0,6/1 kV ( NYY/NAYY ) (Revisi SII 0210-78)
5. 0211 - 92 04-2700-1992 Kabel Tanah Berisolasi dan Berselubung
PVC Berperisai Kawat Baja atau Aluminium Tegangan Pengenal
0,6/1 kV (NYFGbY/NAYYFGbY/NYRGbY/ NAYRGbY/NYFGaY/NAYGaY/NYRGaY/
NAYRGaY) (Revisi SII.0211-78)
6. 0240 - 92 19-2746-1992 Satuan Sistem Internasional ( Revisi
SII 0240-85 )
7. 0272 - 92 01-2713-1992 Kerupuk Ikan (Revisi SII.0272- 90)
8. 0351 - 92 0086-92-A Pupuk Tripel Super Fosfat (TSP) (Revisi
SII.0351-84/SNI.0086- 87- A)
9. 0404 - 92 03-2704-1992 Mutu Kayu Lapis Penggunaan Umum
(Rev.SII.0404-80)
10.
0540 - 92 01-2716-1992 Terasi Udang (Revisi SII.0540- 81)
11.
0587 - 92 0539-92-A Persyaratan Umum Traktor Tangan dengan
Motor Penggerak 5,5 - 9,5 KW (Revisi SII.0587- 81/SNI.0539-89-A)
12.
0628 - 92 02-2715-1992 Tepung Ikan (Revisi SII.0628- 82)
13.
0647 - 92 0571-92-A Metode Tes Mekanis Fastener - Baut, Sekrup,
dan Baut Tanam (Revisi SII.0647-82/SNI.0571- 89-A)
14.
0894 - 92 0738-92-A Persyaratan Umum dan Cara Uji Unjuk Kerja
Traktor Tangan (Revisi SII.0894-83/SNI.0738- 89-A)
15.
0958 - 92 0791-92-A Kunci Inggris (Revisi SII.0958-84/SNI.0791-89-A)
16.
1046 - 92 04-2702-1992 KILOWATT HOUR Meter Arus Bolak-balik
Kelas 0,5 ; 1 ; 2 (Revisi SII. 1046-89)
17.
1304 - 92 1041-92-A Sifat Mekanis Fastener-Baut, Sekrup dan
Baut Tanam (Revisi SII. 1304-85/SNI.1041- 89-A)
18.
1305 - 92 1042-92-A Sifat Mekanis Fastener-Mur Ulir Kasar
dengan Nilai Beban Uji tertentu (Revisi SII.1305- 85/SNI.1042-89-A)
19.
1549 - 92 1226-92-A Transformator Catu Daya Peralatan Elektronika
(Revisi SII. 1549-85/SNI.1226- 89-A)
20.
1590 - 92 1256-92-A Cara Uji Kekerasan Kampas Rem dan Kampas
Kopeling Kendaraan Bermotor (Revisi SII.1590-85/SNI.1256-89-A)
21.
1744 - 92 19-2743-1992 Besaran dan Satuan Kimia Fisika dan
Fisika Molekul ( Revisi SII 1744-85 )
22.
1746 - 92 19-2744-1992 Besaran dan Satuan Panas ( Revisi SII
1746-85 )
23.
1749 - 92 19-2747-1992 Gambar Teknik - Bagian Berulir ( Revisi
SII 1749-85 )
24.
1750 - 92 19-2748-1992 Gambar Teknik Lubang Senter ( Revisi
SII 1750-85 )
25.
1751 - 92 19-2749-1992 Gambar Teknik Pegas ( Revisi SII 1751-85
)
26.
1755 - 92 19-2750-1992 Gambar Teknik Roda Gigi ( Revisi SII
1755-85 )
27.
1756 - 92 19-2751-1992 Gambar Teknik Skala ( Revisi SII 1756-85
)
28.
1762 - 92 19-2752-1992 Gambar Teknik Ukuran dan Tata Letak
Kertas Gambar ( Revisi SII 1762-85 )
29.
1763 - 92 19-2745-1992 Ketentuan Umum Tentang Kuantita, Satuan
dan Lambang ( Revisi SII 1763-85 )
30.
1825 - 92 1414-92-A Perangkat Pemberi Tanda Bunyi untuk Kendaraan
Bermotor ( Klakson ) (Revisi SII.1825- 85/SNI.1414-89-A)
31.
2009 - 92 19-2753-1992 Gambar Teknik Huruf Karakter yang Digunakan
( Revisi SII 2009-86 )
32.
2010 - 92 19-2754-1992 Gambar Teknik Azas Penyajian Umum (
Revisi SII 2010-86 )
33.
2013 - 92 19-2755-1992 Gambar Teknik Daftar Proses Las, Patri:
Las-Patri dan Solder Logam untuk Penyajian Lambang pada Gambar
( Revisi SII 2013-86 )
34.
2155 - 92 1592-92-A Tipe Silang untuk Sekrup (Revisi SII.2155-87/SNI.1592-
89-A)
35.
04-2653-1992 Unjuk Kerja Komputer Mikro
36.
04-2654-1992 Persyaratan Keselamatan untuk Pemakaian Pesawat
Penerima Televisi
37.
14-2655-1992 Kertas Fotokopi
38.
09-2656-1992 Kunci Busi
39.
05-2657-1992 Obeng Kombinasi
40.
07-2658-1992 Pipa Baja Stainless
41.
07-2659-1992 Drum Baja
42.
07-2660-1992 Penutup Drum Baja
43.
19-2661-1992 Sifat Mekanis Sekrup Pengetap Baja dengan Perlakuan
Panas
44.
19-2662-1992 Sifat Mekanis Fastener-Mur Ulir Halus dengan
Nilai Beban Uji Tertentu
45.
09-2663-1992 Cara Uji Ketahanan terhadap Air, Larutan Garam,
Minyak Pelumas dan Cairan Rem untuk Kampas Rem Kendaraan Bermotor
46.
09-2664-1992 Kunci Roda untuk Kendaraan Bermotor
47.
09-2665-1992 Dongkrak untuk Kendaraan Bermotor dengan Daya
Angkat sampai dengan 2000 Kg
48.
05-2666-1992 Radius Produk untuk Pres Dai
49.
05-2667-1992 Tangkai Pegang Dai Atas
50.
05-2668-1992 Punch Potong Silindris
51.
05-2669-1992 Dudukan Atas dan Dudukan Bawah untuk Pres Dai
52.
05-2670-1992 Alat Penendang Produk Tipe pegas dan Tipe Karet
pada Pres Dai
53.
05-2671-1992 Pegas Ulir Tekan Pres Dai
54.
05-2672-1992 Toleransi Ukuran Produk Baja Tempa dengan mempergunakan
Dai
55.
05-2673-1992 Pisau Fris Penyayat Sisi dan Pisau Fris Pembuat
Alur
Bagian 1: Pisau Fris dengan Tangkai Pararel
56.
05-2674-1992 Pisau Fris Penyayat Sisi dan Pisau Fris Pembuat
Alur
Bagian 2: Pisau Fris dengan Tangkai Tirus Morse
57.
05-2675-1992 Pisau Fris Penyayat Sisi dan Pisau Fris Pembuat
Alur
Bagian 3: Pisau Fris dengan Tangkai Tirus 7/24
58.
05-2676-1992 Tangkai Pararel untuk Pisau Fris
Bagian 1 : Karakteristik Ukuran Tangkai Pararel Polos
59.
05-2677-1992 Tangkai Pararel untuk Pisau Fris
Bagian 2 : Karakteristik Ukuran Tangkai Pararel Bertakik Datar
60.
05-2678-1992 Pisau Fris Penyayat Sisi dengan Mata Pisau Sisipan
(Indexable)
Bagian 1 : Pisau Fris Penyayat Sisi dengan Tangkai Pararel
Bertarik Datar
61.
05-2679-1992 Pisau Fris Penyayat Sisi dengan Mata Pisau yang
Diklem
Bagian 2 : Pisau Fris Penyayat Sisi dengan Tangkai Tirus Morse
62.
05-2680-1992 Pisau Kikis Putar Logam Keras Hard Metal Burrs)
Bagian 1 : Spesifikasi Umum
63.
05-2681-1992 Pisau Kikis Putar Logam Keras
Bagian 2 : Pisau Kikis Putar Bentuk Silindris (Tipe A)
64.
05-2682-1992 Pisau Kikis Putar Logam Keras
Bagian 3 : Pisau Kikis Putar Bentuk Silinder Berujung Bundar
(Tipe C)
65.
05-2683-1992 Pisau Kikis Putar Logam Keras
Bagian 4 : Pisau Kikis Putar Bentuk Bundar (Tipe D)
66.
05-2684-1992 Pisau Kikis Putar Logam Keras
Bagian 5 : Pisau Kikis Putar Bentuk Oval (Tipe E)
67.
05-2685-1992 Pisau Kikis Putar Logam Keras
Bagian 6 : Bentuk Busur Berujung Bundar (Tipe F)
68.
05-2686-1992 Pisau Kikis Putar Logam Keras
Bagian 7 : Bentuk Busur Berujung Bundar (Tipe G)
69.
05-2687-1992 Dais (dies) dengan inti Karbida untuk Pembuat
Kawat, Batangan dan Buluh Spesifikasi
70.
05-2688-1992 Mandril Pembuatan Buluh Ukuran
71.
02-2689-1992 Perlengkapan untuk Mesin Penabur dan Penanam
Bentuk Piringan Pembuka Alur Bagian I: Ukuran Piringan Cekung
Tipe D1.
72.
16-2723-1992 Kondom
73.
02-2724-1992 Pakan Buatan Bagi Udang
74.
01-2741-1992 Jamur Kancing Dalam Kaleng atau Botol
75.
01-2742-1992 Jamur Merang Dalam Kaleng atau Botol
76.
09-2770-1992 Cermin Kendaraan Bermotor
77.
09-2771-1992 Kaca Cermin untuk Cermin Kendaraan Bermotor yang
dibuat dengan Proses Pengendapan Hampa
78.
09-2772-1992 Cara Uji Muai Panas Sepatu Rem dan Pelat Rem
79.
09-2773-1992 Cara Uji Kuat Geser dari Kampas Rem
80.
09-2774-1992 Cara Uji Porositas Kampas Rem untuk Kendaraan
Bermotor
81.
09-2775-1992 Cara Uji Massa Jenis Kampas Rem Cakram dan Kampas
Rem Teromol untuk Kendaraan Bermotor
82.
09-2776-1992 Cara Uji Karat pada Permukaan Bahan untuk Plat
Rem Cakram Kendaraan Bermotor
83.
09-2777-1992 Cara Uji Uap Air, Hujan, Semprot Air dan Rendam
untuk Komponen Kendaraan Bermotor
84.
09-2778-1992 Cara Uji Kemampuan Kampas Rem Kendaraan Bermotor
Roda Empat Terhadap Gaya Tekan.
85.
09-2779-1992 Cara Uji Getaran untuk Komponen Kendaraan Bermotor
86.
02-2800-1992 Pupuk Tripel Super Fosfat Plus-Zn
87.
19-9000-1992 Standar Manajemen Mutu dan Jaminan Mutu Pedoman
untuk Pemilihan dan Penggunaan
88.
19-9001-1992 Sistem Mutu Model Jaminan Mutu dalam Desain/Pengembangan,
Produksi, Pemasangan dan Pelayanan
89.
19-9002-1992 Sistem Mutu Model Jaminan Mutu dalam Desain/Pengembangan,
Produksi, dan Pemasangan
90.
19-9003-1992 Sistem Mutu Model Jaminan Mutu dalam Inspeksi
dan Tes Akhir
91.
19-9004-1992 Unsur-unsur Manajemen Mutu dan Sistem Mutu Pedoman
MENTERI PERINDUSTRIAN
HARTARTO
Kutipan: LEMBAR LEPAS SURAT KEPUTUSAN MENTERI PERINDUSTRIAN
1992

Undang-undang
Perindustrian Tahun 1992 Main Page
|